AMALAN MUNAJAT يَا لَطِيفُ

AMALAN MUNAJAT  يَا لَطِيفُ 

Amalan ini dibina atas asas takhalli (pengosongan jiwa), tahalli (pengisian dengan zikir), dan tajalli (pembukaan rahmat ﷲ). Ia sangat sesuai diamalkan bagi mereka yang menghadapi kesempitan hidup, tekanan jiwa atau mencari jalan keluar yang tidak terlihat.
1)  Mulakan dengan duduk dalam keadaan tenang, suci dan penuh adab. Hadirkan niat:
“Aku berzikir kerana ﷲ, untuk menyerahkan segala urusanku kepada ﷲ Yang Maha Lembut.”

Kemudian bacalah:
يَا لَطِيفُ
Sebanyak 1000 kali
Bacalah dengan perlahan dan berterusan. Jangan tergesa-gesa.
Biarkan setiap lafaz meresap ke dalam hati.
Pada permulaan mungkin lidah yang bergerak.
Selepas beberapa ratus kali, biarkan hati mula menyebut.
Dan pada penghujungnya, seolah-olah seluruh diri tenggelam dalam makna “لطيف”.
2) Cara Menghayati Zikir 1000 Kali Ini
Setiap kali menyebut يَا لَطِيفُ, hadirkan makna:
Rasakan yang ﷲ menguruskan segala sesuatu dengan cara yangDalam paling halus. 
Rasakan ﷲ memberi tanpa disedari
Rasakan ﷲ membuka jalan tanpa diketahui puncanya. 
 
Jika hati sempit, teruskan.
Jika air mata mengundang, biarkan.
Itulah tanda hati mula hidup.
3) Setelah selesai 1000 kali, masuk kepada doa dengan penuh tunduk:
يَا لَطِيفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيرًا بِخَلْقِهِ، أَلْطُفْ بِي 
يَا لَطِيفُ يَا عَلِيمُ يَا خَبِيرُ
“Wahai Yang Maha Lembut terhadap makhluk-Nya, Wahai Yang Maha Mengetahui tentang makhluk-Nya, Wahai Yang Maha Mengetahui secara mendalam segala keadaan makhluk-Nya, berlembutlah kepadaku, wahai Yang Maha Lembut, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha Mengetahui secara terperinci.” (Dibaca sebanyak tiga kali) 
Ketika menyebut:
يَا لَطِيفًا بِخَلْقِهِ
Rasakan ﷲ mengatur hidup kita dengan penuh kasih yang tersembunyi. 

يَا عَلِيمًا بِخَلْقِهِ
Yakin bahawa setiap kesusahan kita diketahui secara sempurna. 
يَا خَبِيرًا بِخَلْقِهِ
Sedari bahawa ﷲ tahu luka paling dalam yang tidak mampu kita ungkapkan. 

Kemudian ketika menyebut:
أَلْطُفْ بِي
Serahkan segalanya tanpa syarat
Seolah-olah berkata:
“Aku tidak tahu jalan, namun ENGKAU Maha Mengetahui”
4) Akhiri dengan doa:
اللَّهُمَّ تَوَلَّ أُمُورِي بِلُطْفِكَ، وَاكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
"Ya ﷲ uruskanlah segala urusanku dengan kelembutan-Mu, cukupkanlah aku dengan yang halal daripada yang haram, dan kayakanlah aku dengan kurniaan-Mu daripada selain-Mu.”
5) Waktu Amalan Paling Kuat
Sepertiga malam, ini waktu paling memberi kesan. 
Selepas Subuh, untuk membuka hari dengan rahmat. 
Ketika hati gelisah, jangan tunggu tenang baru berzikir. 
Ada orang mencari jalan keluar dengan kekuatan. 
Ada yang mencarinya dengan perancangan. 
Tetapi hamba yang mengenal اللطيف. 
Dia duduk, berzikir, dan ﷲ membuka jalan dengan cara yang tidak pernah terlintas di fikirannya. 
Amalkan dengan istiqamah. 
Bukan banyaknya lafaz yang memberi kesan
Tetapi hadirnya hati yang menyerah sepenuhnya kepada ﷲ. 

Diizin amal. Ajaztukum.

Sinergi Percepatan Administrasi, Penyuluh KUA Bantaran Tuntaskan Pengurusan Tanah Wakaf di Gara Zawa

PROBOLINGGO – Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat terus ditunjukkan oleh jajaran Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran. Pada hari ini, Penyuluh Agama KUA Bantaran melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, tepatnya di Penyelenggara Zakat dan Wakaf , Kamis (23/04).

​Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memproses perubahan data luas tanah wakaf yang diajukan oleh salah satu warga Kecamatan Bantaran. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan legalitas dan keakuratan data aset wakaf di wilayah tersebut agar sesuai dengan kondisi fisik terkini di lapangan.

Proses Administrasi yang Efektif

​Kedatangan tim dari KUA Bantaran disambut baik oleh staf Gara Zawa Kankemenag Kabupaten Probolinggo. Proses verifikasi dokumen dan penginputan perubahan data berlangsung dengan tertib. Berkat kelengkapan berkas yang dibawa dan komunikasi yang intens antarinstansi, seluruh tahapan pengurusan berjalan dengan sukses dan lancar.

​"Koordinasi ini adalah bentuk jemput bola kami dalam melayani masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap tanah wakaf di Bantaran memiliki administrasi yang rapi dan sah secara hukum, sehingga di masa depan tidak ada kendala bagi pengelola maupun jemaah," ujar salah satu penyuluh di sela kegiatan.


Dampak Positif bagi Masyarakat

​Dengan selesainya penyesuaian luas tanah wakaf ini, diharapkan pembangunan atau pengembangan fasilitas keagamaan di atas tanah tersebut dapat berjalan tanpa hambatan administratif. Pihak Gara Zawa Kankemenag Kabupaten Probolinggo juga mengapresiasi proaktifnya penyuluh KUA Bantaran dalam mengawal usulan warga hingga tuntas.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kemenag dalam melakukan tata kelola wakaf yang transparan dan akuntabel di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.

#KUABantaran #KemenagProbolinggo #ZakatWakaf #LayananUmat

Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran




MUKJIZAT ROSULULLAH

Mukjizat Pertama Rasulullah Sejak Masih Bayi
Sejak detik pertama kelahirannya, kehidupan Nabi Muhammad ﷺ sudah dipenuhi tanda-tanda luar biasa. Para ulama menyebutnya sebagai irhāṣāt — yaitu peristiwa ajaib yang terjadi sebelum kenabian sebagai isyarat bahwa beliau adalah utusan Allah yang agung.

Mari kita renungkan mukjizat pertama yang terjadi bahkan sebelum beliau mampu berbicara…

_________________________________________

1. Kelahiran yang Membawa Cahaya

Ibunda beliau, Aminah binti Wahb, meriwayatkan bahwa saat Rasulullah lahir:

Ia melihat cahaya terang keluar dari tubuhnya

Cahaya itu menerangi hingga wilayah Syam

Malam kelahiran terasa berbeda: tenang, penuh keberkahan, dan menenangkan hati

Para ulama memahami ini sebagai simbol bahwa kelahiran beliau akan menerangi dunia yang saat itu tenggelam dalam kegelapan akhlak dan kesyirikan.

> Seolah Allah mengumumkan:

> “Telah lahir pembawa cahaya bagi seluruh manusia.”

---

2. Tidak Menangis Seperti Bayi Lain

Sebagian riwayat menyebutkan:

• Rasulullah lahir dalam keadaan tenang

• Pandangannya mengarah ke langit

• Tidak menangis keras sebagaimana bayi 
  biasanya

Ini menunjukkan penjagaan Allah sejak awal kehidupan beliau.

---

3. Mukjizat Saat Disusui di Perkampungan Bani Sa’ad

Ketika bayi Muhammad diasuh oleh Halimah as-Sa'diyah, mukjizat nyata mulai terlihat.

Sebelumnya, kehidupan Halimah sangat sulit:

• Untanya tidak menghasilkan susu

• Keledainya lemah

• Tanah mereka kering dan miskin

Namun setelah membawa bayi Muhammad:

• Susu tiba-tiba melimpah
• Hewan ternak menjadi gemuk
• Perjalanan terasa ringan
• Rumahnya dipenuhi keberkahan

Penduduk desa bahkan berkata:

> “Wahai Halimah, engkau membawa anak yang penuh berkah.”

---

4. Dada Dibersihkan Malaikat (Mukjizat Masa Kecil)

Saat masih kecil, dua malaikat datang:

• Membaringkan beliau

• Membelah dada beliau

• Membersihkan hati dari bagian syaitan

• Mengisinya dengan iman dan hikmah

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Rasulullah dijaga langsung oleh Allah dari dosa dan kotoran hati sejak usia dini.

_________________________________________

•> Hikmah Besar dari Mukjizat Sejak Bayi

Mukjizat-mukjizat awal ini mengajarkan kita:

• Allah memilih Rasulullah bukan secara 
  kebetulan

• Hidup beliau sudah dipersiapkan sejak lahir

• Cahaya Islam memang diturunkan untuk 
  menyelamatkan manusia

Dan yang paling menyentuh…

> Beliau diutus bukan hanya untuk zamannya, tapi juga untuk kita hari ini.

---

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Ujian Bertahap

Setiap pernikahan punya fasenya…
dan setiap fase, punya ujiannya sendiri.

Di awal, kita belajar menerima perbedaan.
Di tengah, kita belajar bertahan di tengah rutinitas.
Dan seiring waktu, kita belajar bahwa yang menjaga bukan hanya cinta…
tapi kesabaran dan pilihan untuk tetap bersama.
Kadang bukan karena sudah tidak sayang,
tapi karena lupa menjaga.
Kadang bukan karena masalahnya besar,
tapi karena belum belajar saling mengerti.
Sampai akhirnya kita sadar…
yang membuat rumah tangga tetap utuh,
bukan karena tanpa konflik,
tapi karena sama-sama memilih untuk tidak pergi.
Pernikahan bukan tentang siapa yang paling benar,
tapi siapa yang mau belajar,
siapa yang mau mengalah,
dan siapa yang tetap bertahan.
Dan di atas semua itu…
Allah yang menguatkan,
Allah yang menjaga,
dan Allah yang membolak-balikkan hati kita.
Maka jangan hanya menjaga hubungan…
tapi juga jaga hati kita agar tetap kembali kepada-Nya.
Karena jika Allah kita jaga dalam hidup kita,
maka Allah pula yang akan menjaga rumah tangga kita.
#AzisAndeskaVideographyAi
#PengingatDiri #RumahTangga #Muhasabah #BelajarBertahan #ParentingHati

Mode Singanya Istri 😳

Pernah merasa bingung? Di luar rumah, dia ramah, santun, dan murah senyum. Tapi begitu pintu rumah tertutup... mode singa aktif.

Ternyata, "auman" istri itu bukan tanda dia benci. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, fenomena ini justru menyimpan rahasia spiritual yang dalam....dari Imam Al-Ghazali & Kisah Para Sahabat.... Karena "Kebengkokan" itu Alami.

Dalam kitab ini dikutip hadis Nabi:

"Wanita itu seperti tulang rusuk; jika engkau paksa untuk meluruskannya, ia akan patah. Maka biarkanlah ia, dan engkau bisa menikmati kebengkokannya."

Imam Al-Ghazali menjelaskan ini adalah perumpamaan dalam mendidik akhlaknya. Memaksanya lurus sempurna justru akan mematahkannya (cerai)..

Bahkan Istri Umar bin Khattab pun 'Mengaum'

Seorang pria datang hendak mengadukan istrinya kepada Khalifah Umar-seorang khalifah yang setan pun enggan untuk berpapasan dengannya.

Namun, di depan pintu, ia justru mendengar istri Umar sedang berbicara dengan nada tinggi kepada Umar. Pria itu pun balik kanan.

Umar memanggilnya. Pria itu berkata: "Aku mendengar istrimu juga begitu, padahal engkau adalah Amirul Mukminin..

Alasan Umar Bersabar (Validasi Pengorbanan Istri)
Umar menjawab dengan indah kenapa ia diam saja:

"Aku bersabar menghadapinya karena hak-haknya padaku...

la adalah bentengku dari api neraka, ia bendahariku, ia mencuci pakaianku, dan ia memasak makananku."...Karena jasa-jasa itulah, Umar memilih bersabar atas "sedikit gangguannya".

Istri Galak = sama hal nya melatih Jiwa (Riyadah)

Imam Al-Ghazali menegaskan:
"Bersabar dalam hal ini adalah bentuk latihan jiwa (riyadah), meredam amarah, dan memperbaiki akhlak."

Orang yang hidup menyendiri tidak akan tampak keburukan batinnya. Dengan menikah, kesabaran itu diuji dan dilatih...

Ada sebuah doa Nabi Yunus yang 'Dikabulkan'

Suatu hari tamu berkunjung ke rumah Nabi Yunus a.s. Istrinya terus menyakiti & membentak beliau di depan tamu, tapi beliau diam saja. Tamu pun heran.

Beliau menjelaskan: "Dulu aku berdoa: 'Ya Allah, hukuman apa pun di akhirat, segerakanlah di dunia! Allah menjawab: 'Hukumanmu adalah putri si Fulan, nikahilah dia."

"Maka aku menikahinya, dan aku bersabar atas apa yang kalian lihat darinya."

Jadi, saat istri sedang "mengaum", anggaplah itu sedang latihan mental menuju surga ya pak bapak.

Jiika ndk bisa jdi wali allah, seminim2 nya bisa jdi wali" yg lain ...😁

Sinergi dan Semangat SAE: PAIF KUA Bantaran Hadiri Peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-280

BANTARAN – Semangat kebersamaan menyelimuti halaman Kantor Kecamatan Bantaran pada Kamis (23/04/2026). Segenap Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Bantaran hadir dan berpartisipasi aktif dalam upacara peringatan tiga momentum besar sekaligus: Hari Jadi ke-280 Kabupaten Probolinggo, Hari Otonomi Daerah, dan Hari Kartini Tahun 2026.

Refleksi 280 Tahun Kabupaten Probolinggo

​Kehadiran jajaran PAIF dalam acara ini merupakan bentuk dukungan terhadap visi besar Kabupaten Probolinggo. Dengan semangat "SAE" (Sinergi, Amanah, Efektif), peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan umat beragama serta mendukung pembangunan mental spiritual di wilayah Bantaran.

​"Sebagai bagian dari pelayan masyarakat di bidang keagamaan, kami berkomitmen untuk terus membawa keberkahan dan bersinergi dengan pemerintah kecamatan dalam mewujudkan masyarakat Bantaran yang religius dan sejahtera," ungkap salah satu perwakilan PAIF KUA Bantaran di sela acara.

Meneladani Semangat Kartini dalam Pelayanan

​Bertepatan dengan Hari Kartini, peringatan kali ini juga memberikan apresiasi khusus bagi para perempuan penggerak di lingkungan instansi, termasuk para penyuluh perempuan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembinaan keluarga sakinah dan pendidikan agama di desa-desa.

Berlangsung Khidmat di Kantor Kecamatan

​Acara yang digelar di Kantor Kecamatan Bantaran ini berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Selain upacara formal, kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo agar selalu diberikan keberkahan, keamanan, dan kemakmuran bagi seluruh warganya.

​Melalui sinergi antara KUA, Pemerintah Kecamatan, dan tokoh masyarakat, diharapkan nilai-nilai Otonomi Daerah dapat diimplementasikan dengan pelayanan yang semakin dekat dan menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

KUA Bantaran: Mengabdi dengan Hati, Melayani dengan SAE.

Dc_Srikandi KUA Bantaran

Bimbing Ibadah dan Kesiapan Mental, Penyuluh KUA Bantaran Kawal Keberangkatan Jemaah Haji Asal Desa Besuk

BANTARAN – Komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang prima bagi umat terus ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama  Kecamatan Bantaran. Pada hari ini, Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran secara intensif melakukan pengawalan dan pendampingan khusus bagi para jemaah calon haji asal Desa Besuk dalam persiapan menuju embarkasi.

​Pendampingan ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan bentuk bimbingan teknis dan mental agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan mandiri.

Bimbingan Intensif: Kloter dan Kesiapan Fisik

​Dalam sesi pertemuan yang digelar di kediaman jemaah, penyuluh memberikan pemaparan detail mengenai jadwal keberangkatan, nomor kelompok terbang (kloter), serta prosedur selama di asrama haji embarkasi. Hal ini krusial dilakukan untuk meminimalisir kebingungan jemaah saat menghadapi alur birokrasi dan mobilisasi massa yang besar.

​Penyuluh KUA Bantaran menekankan beberapa poin penting dalam arahannya:

  • Kedisiplinan Waktu: Mengingatkan jemaah untuk mematuhi jadwal pergerakan bus menuju kabupaten hingga titik kumpul utama.
  • Kesehatan dan Stamina: Memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga asupan nutrisi dan istirahat yang cukup sebelum memasuki fase puncak ibadah.
  • Pemahaman Manasik: Mengulas kembali rukun dan wajib haji guna memantapkan tata cara ibadah yang sesuai syariat.

Pendampingan Spiritual

​Selain aspek teknis, penyuluh juga memberikan penguatan spiritual. Keberangkatan jemaah asal Desa Besuk ini diharapkan menjadi momentum yang menginspirasi warga lainnya. Penyuluh berpesan agar para jemaah menjaga kesabaran dan menata niat sejak dari rumah hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

​"Kami hadir untuk memastikan jemaah merasa aman dan nyaman secara administratif maupun mental. Pengawalan ini adalah bagian dari tugas kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah, khususnya dari wilayah Bantaran," ujar salah satu perwakilan penyuluh di sela-sela kegiatan.

Dukungan Masyarakat Desa Besuk

​Suasana haru dan khidmat menyelimuti persiapan ini. Kehadiran petugas KUA di tengah-tengah jemaah mendapat apresiasi positif dari keluarga dan tokoh masyarakat Desa Besuk. Dengan koordinasi yang matang antara penyuluh, jemaah, dan instansi terkait, diharapkan seluruh rangkaian perjalanan haji tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Penulis: Admin Humas KUA Bantaran

Lokasi: Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo

Pelukan Doa di Sela Jarak yang Terbentang: Sebuah Catatan Hati Seorang Ibu

Ruang Yang Kosong – Di balik dinding ruang tamu yang sepi, tersimpan sebuah kerinduan yang mendalam. Bukan kerinduan akan sosok dewasa yang kini berdiri tegak dengan pilihannya sendiri, melainkan kerinduan pada seorang bocah kecil yang dulu selalu mencari ibunya setiap kali ia merasa lelah atau sekadar ingin bermanja.

​Bagi seorang ibu, ingatan tentang masa kecil anaknya adalah harta yang paling berharga. Ia teringat bagaimana sang anak selalu datang mengadu, mengeluhkan hal-hal kecil, meski terkadang sang ibu meresponsnya dengan kata-kata keras atau amarah. Namun di balik kekerasan itu, ada tangan yang selalu siap merengkuh dan doa yang tak pernah putus untuk masa depannya.

Cinta yang Tetap Bertahan di Tengah Kekecewaan

​Waktu telah mengubah segalanya. Kini, sosok anak manja itu telah berubah menjadi pribadi yang seolah tak lagi menghiraukan pendapat maupun perasaan ibunya. Rasa kecewa memang sempat menorehkan luka yang dalam di hati sang ibu, hingga menciptakan kesan seolah ia bersikap acuh tak acuh.

​Namun, kenyataannya jauh dari itu. Sikap "diam" sang ibu adalah upayanya untuk berdamai dengan rasa sakit agar tidak menjadi penghalang bagi cintanya. Meski harapan-harapan besarnya sering kali terpatahkan, kepeduliannya terhadap masa depan sang anak tidak pernah luntur.

​"Ibu mungkin terlihat tidak peduli, tapi itu adalah cara Ibu untuk meredam luka agar bisa terus mendoakanmu tanpa rasa benci," ungkapnya dalam keheningan doa.

Dukungan dari Balik Jarak yang Diciptakan

​Meski keberadaannya sering kali dianggap tak berharga dan dukungannya tak lagi dihargai, sang ibu tetap memilih untuk menjadi penyokong setia dari kejauhan. Baginya, sukses sang anak, baik di dunia maupun di akhirat adalah tujuan akhir yang selalu ia pinta kepada Sang Pencipta.

​Jarak yang kini terbentang luas, yang mungkin sengaja diciptakan oleh sang anak, tidak akan mampu memutuskan tali batin seorang ibu. Ia akan terus memanjatkan doa-doa terbaik, berharap suatu saat nanti, pintu hati yang tertutup itu kembali terbuka.

​Satu hal yang pasti: di sela-sela setiap sujudnya, selalu ada nama anaknya yang disebut dengan penuh kasih, dukungan yang tak akan pernah berhenti meski dari kejauhan. Karena bagi seorang ibu, kegagalan anak adalah dukanya, namun kesuksesan anak adalah kebahagiaan abadinya.

Bersikaplah dewasa nak, hingga ibu tak lagi khawatir tentang dirimu. Ibu selalu merindukan pelukan hangatmu dimana engkau masih menganggapku seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkanmu.


Pelukan Doa di Sela Jarak yang Terbentang: Sebuah Catatan Hati Seorang Ibu

Ruang Yang Kosong – Di balik dinding ruang tamu yang sepi, tersimpan sebuah kerinduan yang mendalam. Bukan kerinduan akan sosok dewasa yang kini berdiri tegak dengan pilihannya sendiri, melainkan kerinduan pada seorang bocah kecil yang dulu selalu mencari ibunya setiap kali ia merasa lelah atau sekadar ingin bermanja.

​Bagi seorang ibu, ingatan tentang masa kecil anaknya adalah harta yang paling berharga. Ia teringat bagaimana sang anak selalu datang mengadu, mengeluhkan hal-hal kecil, meski terkadang sang ibu meresponsnya dengan kata-kata keras atau amarah. Namun di balik kekerasan itu, ada tangan yang selalu siap merengkuh dan doa yang tak pernah putus untuk masa depannya.

Cinta yang Tetap Bertahan di Tengah Kekecewaan

​Waktu telah mengubah segalanya. Kini, sosok anak manja itu telah berubah menjadi pribadi yang seolah tak lagi menghiraukan pendapat maupun perasaan ibunya. Rasa kecewa memang sempat menorehkan luka yang dalam di hati sang ibu, hingga menciptakan kesan seolah ia bersikap acuh tak acuh.

​Namun, kenyataannya jauh dari itu. Sikap "diam" sang ibu adalah upayanya untuk berdamai dengan rasa sakit agar tidak menjadi penghalang bagi cintanya. Meski harapan-harapan besarnya sering kali terpatahkan, kepeduliannya terhadap masa depan sang anak tidak pernah luntur.

​"Ibu mungkin terlihat tidak peduli, tapi itu adalah cara Ibu untuk meredam luka agar bisa terus mendoakanmu tanpa rasa benci," ungkapnya dalam keheningan doa.

Dukungan dari Balik Jarak yang Diciptakan

​Meski keberadaannya sering kali dianggap tak berharga dan dukungannya tak lagi dihargai, sang ibu tetap memilih untuk menjadi penyokong setia dari kejauhan. Baginya, sukses sang anak, baik di dunia maupun di akhirat adalah tujuan akhir yang selalu ia pinta kepada Sang Pencipta.

​Jarak yang kini terbentang luas, yang mungkin sengaja diciptakan oleh sang anak, tidak akan mampu memutuskan tali batin seorang ibu. Ia akan terus memanjatkan doa-doa terbaik, berharap suatu saat nanti, pintu hati yang tertutup itu kembali terbuka.

​Satu hal yang pasti: di sela-sela setiap sujudnya, selalu ada nama anaknya yang disebut dengan penuh kasih, dukungan yang tak akan pernah berhenti meski dari kejauhan. Karena bagi seorang ibu, kegagalan anak adalah dukanya, namun kesuksesan anak adalah kebahagiaan abadinya.

Bersikaplah dewasa nak, hingga ibu tak lagi khawatir tentang dirimu. Ibu selalu merindukan pelukan hangatmu dimana engkau masih menganggapku seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkanmu.


Hadist Shohih

Dalam sebuah Hadist;
Dari sahabat Rabi'ah bin Ka'ab Al-Aslami, beliau berkata:
Arab:
أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ
قَالَ: أَوَ غَيْرَ ذَلِكَ؟
قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ
قَالَ: فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ.
Artinya:
“Aku meminta agar bisa bersamamu di surga.”
Nabi ﷺ bersabda: “Apakah ada yang lain?”
Ia berkata: “Itu saja.”
Nabi bersabda:
“Bantulah aku (untuk mewujudkannya) dengan memperbanyak sujud.”
📚 Sumber: HR. Shahih Muslim no. 489

**🌿 KISAH THOLHAH BIN UBAIDILLAH رضي الله عنه**

🌿 KISAH  THOLHAH BIN UBAIDILLAH رضي الله عنه SAHABAT MULIA, PEMBERANI, DERMAWAN, DAN PEMBELA RASULULLAH ﷺ Di antara sahabat Ras...