Tekan Angka Pernikahan Dini, Pihak Terkait Gelar Koordinasi dan Sosialisasi di SMPN 2 Kedung Rejo Bantaran

BANTARAN — Guna mengantisipasi maraknya pernikahan di usia dini serta menjaga kualitas masa depan generasi muda, sebuah langkah preventif strategis dilakukan melalui jalinan koordinasi dengan lembaga pendidikan. Kali ini, kegiatan sosialisasi mengenai Pencegahan Pernikahan Anak dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) sukses digelar di SMP Negeri 2 Kedung Rejo, Kecamatan Bantaran.

​Kegiatan ini menyasar para siswa-siswi yang tengah memasuki masa remaja, fase krusial di mana pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan dampak sosial-psikologis dari pernikahan dini sangat dibutuhkan.

​Sinergi Lembaga dan Sekolah

​Koordinasi ini terjalin berkat kerja sama yang solid antara pihak sekolah SMPN 2 Kedung Rejo dengan instansi terkait (seperti Puskesmas/DP3AKB/KUA setempat). Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan terhadap tumbuh kembang siswa.

​Kepala Sekolah SMPN 2 Kedung Rejo menyampaikan bahwa lingkungan sekolah merupakan benteng utama dalam memberikan edukasi yang benar kepada remaja.

​"Kami berharap melalui sosialisasi ini, anak-anak didiknya tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki kesadaran penuh untuk merencanakan masa depan mereka dan menghindari pernikahan di usia yang belum matang," ujarnya.

​Fokus Edukasi: Dampak Fisik hingga Mental

​Dalam sesi sosialisasi, para pemateri memaparkan materi secara interaktif mengenai dua poin utama:

  1. Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR): Memberikan pemahaman yang ilmiah dan bertanggung jawab mengenai perubahan fisik dan psikis pada masa pubertas, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi.
  2. Pencegahan Pernikahan Anak: Mengupas tuntas risiko kehamilan di usia terlalu muda, potensi stunting pada anak yang dilahirkan, hingga tingginya risiko kekerasan dalam rumah tangga (KRT) serta perceraian akibat ketidaksiapan mental dan ekonomi.

​Para siswa terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Melalui diskusi dua arah, mereka diajak untuk berani menolak ajakan pernikahan dini dan fokus menuntaskan wajib belajar 12 tahun.

​Dengan adanya koordinasi dan sosialisasi yang berkelanjutan di Kecamatan Bantaran ini, diharapkan angka pernikahan anak di wilayah Kedung Rejo dapat ditekan secara signifikan, demi melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

​#StopPernikahanDini #KesehatanRemaja #SMPN2KedungRejo #Bantaran

Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran


Surat Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah bukan sekadar surah yang dibaca dalam solat, tetapi panduan hidup yang mengajar kita tentang syukur, pergantungan kepada Allah, hidayah dan tujuan sebenar kehidupan❤️ SubhanAllah MashaAllah.

Tadabbur Surah Al-Fatihah

1. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Setiap permulaan hidup orang beriman dimulakan dengan nama Allah. Ia mengajar kita bahawa:

* Semua urusan perlu bergantung pada Allah
* Rahmat Allah sentiasa mendahului kemurkaan-Nya
* Hidup bukan sekadar usaha sendiri, tapi dengan bantuan Allah

๐ŸŒฑ Tadabbur:
Kadang kita terlalu yakin dengan diri sendiri sampai lupa minta pertolongan Allah sejak awal.


2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam

Allah bukan Tuhan untuk orang Islam sahaja, tapi Tuhan seluruh makhluk.

Ayat ini ajar:

* Belajar bersyukur walaupun hidup belum sempurna
* Semua nikmat datang dari Allah
* Nafas, kesihatan, rezeki, keluarga — semuanya pinjaman

๐ŸŒฑ Tadabbur:
Bila hati penuh syukur, jiwa lebih tenang walaupun ujian belum selesai.


3. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Allah ulang sifat kasih sayang-Nya dua kali.

Kenapa? Sebab manusia selalu rasa:

* Tak layak diampunkan
* Hidup terlalu banyak dosa
* Allah jauh dari dirinya

Tetapi Allah sedang memberitahu:
“Aku masih sayang hamba-Ku.”

๐ŸŒฑ Tadabbur:
Jangan cepat putus asa dengan rahmat Allah.


4. Pemilik Hari Pembalasan

Dunia bukan pengakhiran.
Akan ada hari semua amalan dihitung.

Ayat ini mengajar:

* Orang zalim tidak akan terlepas
* Kesabaran orang yang dizalimi tidak sia-sia
* Semua perbuatan akan dibalas

๐ŸŒฑ Tadabbur:
Kadang kita kecewa bila manusia tak berlaku adil. Tapi Allah ialah seadil-adil hakim.


5. Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan

Inilah inti kehidupan:
* Tujuan hidup → menyembah Allah
* Kekuatan hidup → meminta bantuan Allah

Kita selalu penat sebab:
* Bergantung terlalu banyak pada manusia
* Simpan semua beban sendiri
* Lupa mengadu kepada Allah

๐ŸŒฑ Tadabbur:
Bila hati benar-benar bergantung pada Allah, jiwa jadi lebih kuat.


6. Tunjukilah kami jalan yang lurus

Kita baca ayat ini sekurang-kurangnya 17 kali sehari dalam solat.

Maknanya:
Walaupun sudah Islam, kita tetap perlukan hidayah setiap hari.

Kerana:
* Hati manusia mudah berubah
* Dunia penuh fitnah
* Iman ada turun naik

๐ŸŒฑ Tadabbur:
Hidayah bukan sekali dapat, tapi perlu dijaga sampai mati.


7. Iaitu jalan orang yang Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan sesat

Kita sebenarnya sedang meminta:
* Jalan para nabi
* Jalan orang soleh
* Jalan orang yang dekat dengan Allah

Dan dijauhkan dari:
* Ilmu tanpa amal
* Kehidupan tanpa petunjuk
* Hati yang keras dan jauh dari Allah

๐ŸŒฑ Tadabbur:
Bukan semua jalan yang nampak seronok itu membawa kepada ketenangan.


Kesimpulan Surah Al-Fatihah

Surah ini bukan sekadar bacaan dalam solat.
Ia adalah:
* Doa
* Pengakuan seorang hamba
* Panduan hidup
* Sumber ketenangan jiwa

Al-Fatihah mengajar kita:
1. Mulakan hidup dengan Allah
2. Sentiasa bersyukur
3. Jangan putus asa dengan rahmat Allah
4. Ingat akhirat
5. Bergantung hanya kepada Allah
6. Sentiasa minta hidayah
7. Pilih jalan orang soleh

๐Ÿค Kadang seluruh hidup manusia sebenarnya terangkum dalam Surah Al-Fatihah. terangkum dalam Surah Al-Fatihah.

Salam Ahad๐ŸŒธ

ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ

#Dc_SrikandiBantaranShare #Alhamdulillah #mashaallahtabarakallah #TadabburAlQuran

Semangat Pemberdayaan Umat oleh Penyuluh KUA Kecamatan Bantaran

Dedikasi Penyuluh KUA Kecamatan Bantaran:

1. Cahaya di Ujung Jalan Dakwah
"Di bumi Bantaran, kami bukan sekadar penyebar kata, melainkan penanam benih cahaya. Setiap langkah penyuluh adalah jejak kasih yang meretas kegelapan hati, mengubah keraguan menjadi keyakinan, dan menyulap kesepian menjadi persaudaraan. Kami hadir untuk memberdayakan, agar setiap umat bangkit dari keterpurukan, berdiri tegak dalam iman, dan berjalan mulia menuju ridha Ilahi."

2. Merajut Ukhuwah, Menyemai Kemaslahatan
"Seperti akar yang menguatkan pohon, sinergi penyuluh KUA Bantaran menjalar lembut ke dasar-dasar kehidupan umat. Kami tidak datang untuk menggurui, tetapi untuk berbagi; tidak untuk menghakimi, tetapi untuk memeluk. Dalam setiap majelis ilmu dan tetes keringat dakwah, kami rajut ukhuwah yang kokoh, menyemai kemaslahatan yang tumbuh subur, hingga Bantaran menjadi taman surga di mana kedamaian bersemi dan keberkahan mengalir deras."

3. Dari Hati ke Hati, Menuju Langit yang Sama
"Pemberdayaan umat bukanlah tentang angka atau statistik, melainkan tentang sentuhan jiwa ke jiwa. Di Kecamatan Bantaran, penyuluh adalah jembatan antara langit dan bumi—membawa wahyu turun ke realitas, dan mengangkat doa-doa rakyat kecil ke arasy-Nya. Kami belajar bersama, tumbuh bersama, dan melangkah bersama, memastikan bahwa tidak ada satu pun hati yang tertinggal dalam perjalanan menuju kemuliaan agama dan kemanusiaan."

4. Lentera di Tengah Samudra Zaman
"Ketika ombak zaman kian tinggi dan arus modernitas menggerus nilai, Penyuluh KUA Bantaran tetap setia menjadi lentera. Dengan kelembutan tutur dan keteguhan prinsip, kami menyalakan kembali api semangat umat yang redup. Memberdayakan berarti mengembalikan harga diri, mengajarkan kemandirian spiritual, dan membuktikan bahwa Islam adalah rahmat yang membebaskan, mencerdaskan, dan menyejahterakan."


Sinergi Penyuluh KUA Bantaran "Melangkah Maju Menuju Kemaslahatan Umat yang Lebih Holistik"


BANTARAN – Dalam upaya memperkuat fondasi keagamaan dan sosial di masyarakat, para Penyuluh Agama Islam yang bernaung di bawah koordinasi Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran menunjukkan komitmen kuat melalui sinergi kolaboratif. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika masyarakat yang semakin kompleks, di mana peran penyuluh tidak lagi sekadar memberikan ceramah, tetapi juga menjadi fasilitator perubahan sosial menuju kemaslahatan umat.

Koordinator Penyuluh KUA Bantaran menekankan bahwa kunci dari keberhasilan dakwah di era modern adalah kerja sama tim. "Kami menyadari bahwa tantangan umat saat ini beragam, mulai dari isu keluarga, ekonomi syariah, hingga literasi digital. Oleh karena itu, sinergi antar-penyuluh menjadi sangat vital. Kami tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergandengan tangan untuk memastikan setiap program menyentuh kebutuhan riil masyarakat," ujarnya dalam pertemuan rutin penyuluh baru-baru ini.

Beberapa fokus utama yang sedang digalakkan oleh kelompok penyuluh ini antara lain:

1.  Penguatan Ketahanan Keluarga: Melalui bimbingan perkawinan (Bimwin) yang lebih interaktif dan pendampingan pasca-nikah, penyuluh berupaya menekan angka perceraian dan membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
2.  Literasi Keagamaan Moderat: Menggencarkan pemahaman agama yang wasathiyah (moderat) untuk menangkal radikalisme dan intoleransi di tingkat akar rumput.
3.  Pemberdayaan Ekonomi Umat: Berkolaborasi dengan lembaga zakat dan baitul mal setempat untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan syariah dan pemanfaatan zakat/infaq secara produktif.

Salah satu penyuluh senior di Bantaran menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan kini lebih humanis dan berbasis data. "Kami melakukan pemetaan masalah di setiap desa binaan. Apakah di desa A masalah utamanya adalah kenakalan remaja? Atau di desa B adalah konflik waris? Dengan data tersebut, kami menyusun materi penyuluhan yang tepat sasaran," jelasnya.

Sinergi ini juga diperkuat dengan dukungan penuh dari Kepala KUA Bantaran, yang menyediakan wadah komunikasi rutin dan pelatihan kapasitas bagi para penyuluh. Harapannya, dengan langkah maju yang terstruktur ini, kehadiran penyuluh agama dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat, bukan hanya sebagai simbol formalitas, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun kesejahteraan spiritual dan material masyarakat Bantaran.

Ke depan, KUA Bantaran menargetkan perluasan jaringan kerjasama dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) agar pesan-pesan kemaslahatan dapat tersebar lebih luas dan berdampak berkelanjutan.

(Tim Redaksi/KUA Bantaran)



Menembus Batas Terjal Demi Tugas Negara: Kisah Dedikasi Penghulu KUA Kecamatan Bantaran Pimpin 12 Akad Nikah Seminggu

BANTARAN — Panggilan tugas sebagai pelayan masyarakat sekaligus penjaga gerbang ibadah mulia pernikahan, ditunaikan dengan penuh keikhlasan oleh Penghulu KUA Kecamatan Bantaran, Bapak Mohammad Adlal Waro, S.H. Dalam sepekan terakhir, langkah kaki dan deru kendaraan beliau saksi bisu runtuhnya rasa lelah, demi menyatukan 12 pasang kekasih Allah dalam ikatan suci pernikahan (mitsaqan ghalizha).

​Kecamatan Bantaran yang dikenal memiliki geografis menantang dengan akses jalanan yang terjal, berbatu, dan berliku, tidak sedikit pun menyurutkan langkah beliau. Bagi Bapak Mohammad Adlal Waro, setiap undangan akad nikah bukan sekadar urusan administratif negara, melainkan sebuah amanah langit yang harus dituntaskan.

​"Melayani masyarakat adalah bagian dari ibadah. Senyum bahagia para mempelai dan keluarga saat kalimat 'Qobiltu' selesai diucapkan adalah penawar lelah yang tiada taranya," ungkap salah satu warga setempat yang mengagumi kegigihan beliau.

Perjuangan Tanpa Batas, Melayani dengan Hati

​Menghadapi 12 akad nikah dalam waktu satu minggu tentu menguras energi yang tidak sedikit. Ditambah lagi dengan medan jalan yang ekstrem menuju pelosok-pelosok desa di Bantaran. Namun, dengan niat yang lurus untuk melayani dengan hati, rintangan fisik tersebut berubah menjadi ladang pahala.

​Dedikasi luar biasa ini menuai banyak simpati dan doa dari masyarakat luas. Konsistensi beliau dalam menjaga integritas dan ketepatan waktu di tengah keterbatasan akses wilayah, menjadi teladan nyata bagaimana seorang aparatur sipil negara sekaligus tokoh agama bergerak di tengah umat.

​Untaian Doa untuk Mempelai dan Sang Penghulu

​Iringan doa terbaik senantiasa mengalir atas tuntasnya tugas mulia ini:

  • Untuk Para Mempelai: Semoga 12 pasang suami istri yang telah diresmikan, diberkahi oleh Allah SWT dengan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah (SAMAWA) penuh limpahan berkah, serta dikumpulkan kembali bersama keturunan yang saleh-salehah hingga ke Jannah-Nya.
  • Untuk Bapak Mohammad Adlal Waro, S.H.: Semoga segala peluh dan lelah di jalanan yang terjal bernilai pahala jariah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan agar tanggung jawab besar ini tetap diemban dengan penuh amanah, serta terus istikamah melayani umat dengan hati yang tulus.

Barakallahu lakum wa baraka 'alaikum, senantiasa sukses dan berkah untuk KUA Kecamatan Bantaran!



.

Bismillah.
Cinta dalam rumah tangga bukan hanya tentang menemani pasangan saat bahagia, tetapi juga berani mengingatkan ketika ia mulai jauh dari Allah. Karena pasangan yang benar-benar peduli tidak akan rela orang yang ia sayangi terus berjalan menuju dosa tanpa nasihat dan perhatian.

Saling menasihati dalam kebaikan adalah bentuk cinta yang menjaga, bukan menghakimi. Sebab tujuan rumah tangga bukan hanya bahagia di dunia, tetapi juga selamat bersama hingga akhirat.

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰‎ berfirman,

ูˆَุชَุนَุงูˆَู†ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุจِุฑِّ ูˆَุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ ูˆَู„َุง ุชَุนَุงูˆَู†ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฅِุซْู…ِ ูˆَุงู„ْุนُุฏْูˆَุงู†ِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan melampaui batas.” (QS. Al-Maidah: 2)

Dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰‎ berfirman juga,

ูˆَุฐَูƒِّุฑْ ูَุฅِู†َّ ูฑู„ุฐِّูƒْุฑَู‰ٰ ุชَู†ูَุนُ ูฑู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Adz-Dzariyat: 55)

Sumber instagram : @akunnasehat.02
(Allahul musta'an)
~~~~~~~~~~~~~~~
#dakwahsunnah #manhajsalaf #nasehatdiri #rumahtangga #ayohijrah

Akhlak Seorang Suami

SUAMI, JANGAN MEMBENTAK ISTRI ๐Ÿ’”

Istri itu bukan tempat melampiaskan emosi.
Dia adalah amanah yang Allah titipkan untuk dijaga, dihargai, dan disayangi
.
Rasulullah ๏ทบ mengajarkan bahwa lelaki terbaik bukan yang paling keras suaranya, tetapi yang paling lembut kepada istrinya.

Karena sejatinya…
bentakan tidak akan menyelesaikan masalah.
Justru kata-kata kasar bisa meninggalkan luka yang sulit hilang dari hati seorang wanita.

๐ŸŒฟ Rumah tangga bukan tentang siapa yang paling berkuasa, tetapi siapa yang paling mampu menahan ego dan menjaga perasaan pasangannya.

Ingatlah…
wanita memiliki hati yang lembut.
Nada bicara yang kasar bisa membuatnya menangis diam-diam, meski di depanmu ia terlihat kuat.

✨ Maka, jika ingin rumah tangga penuh berkah:
lembutlah saat berbicara,
sabarlah saat emosi datang,
dan hargailah istri yang setiap hari berjuang untuk keluarganya.
Karena cinta akan tumbuh dari kelembutan, bukan dari kemarahan. 

#motivasi #rumahtangga #suamiistri #penyuluhagamaislambergerak

Obat Lelah

Best penerangan Ustaz Harfiz Ibn Asadullah Al-Banjari

Ni mommy suruh Qalbi buatkan poster santekkk & senang 

Satu Sunnah Tahajud yang Ramai Terlepas Pandang
—————-—————-—————-—————-

Ramai orang melihat Tahajud pada satu titik sahaja:

๐Ÿ˜ดBangun malam ๐Ÿ‘‰๐ŸปAmbil wuduk ๐ŸงŽ๐ŸปSolat

Okk Dahhh Selesai…

Tetapi apabila kita meneliti bagaimana Rasulullah SAW bangun malam, kita akan dapati sesuatu yang sangat menarik:

Nabi tidak terus berdiri untuk solat.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Ada proses.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Ada persediaan.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Ada pendidikan jiwa sblm bertemu Allah.

Dan di sinilah letaknya satu pelajaran besar yang sangat relevan untuk manusia moden yang hidup dalam keadaan tergesa-gesa.

Kita mahu hasil besar.

Tetapi sering melupakan proses kecil yang membentuk jiwa.

Dalam banyak riwayat, Nabi SAW lazimnya bangun pada pertengahan malam. Tidak terlalu awal, tidak terlalu lewat. Ini juga memberi isyarat penting bahawa kekuatan qiyamullail bukan hanya pada semangat, tetapi pada pengurusan hidup.

Sebab itu Nabi tidak menyukai budaya berjaga terlalu lewat selepas Isyak tanpa keperluan.

Hari ini kita bergelut dengan satu masalah besar:

๐Ÿคณ๐Ÿป Tidur lambat kerana telefon.

๐Ÿ’†๐Ÿป‍♂️ Bangun lambat kerana keletihan.

Kemudian berkata:

“Susah nak Tahajud.”

Hakikatnya, kadang masalah Tahajud bukan pada malam.

Tetapi pada disiplin sebelum malam.

Sunah pertama Nabi apabila terjaga daripada tidur sangat menarik.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Baginda tidak terus bangun berdiri.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Baginda duduk terlebih dahulu.

Nampak kecil.

Tetapi sebenarnya besar.

Dalam dunia kesihatan moden pun, bangun secara mengejut boleh memberi kesan kepada sistem badan, terutama tekanan darah dan keseimbangan tubuh.

Nabi mengajar satu prinsip penting:

๐Ÿซถ๐Ÿป Jiwa dan tubuh perlu disediakan sebelum pertemuan besar.

Kadang kita juga begitu dalam hidup.

๐Ÿ˜ฌ Terlalu tergesa membuat keputusan.
๐Ÿ˜ฒ Terlalu cepat bereaksi.
๐Ÿซช Terlalu pantas melompat dlm masalah.

Sedangkan sunnah mengajar:

๐Ÿ˜Œ Berhenti sejenak.
๐Ÿ˜Š Tenangkan diri.
๐Ÿ˜‰ Susun kesedaran.
๐Ÿ™Œ๐Ÿป Kemudian Nabi mengusap wajah atau mata untuk menghilangkan sisa mengantuk.

Kelihatan sederhana…. Tetapi jika diniatkan untuk mengikuti sunnah, ia berubah daripada rutin biasa kepada ibadah yang menghidupkan timbangan amal ๐Ÿ’

Inilah keindahan Islam.

Perkara yang nampak kecil di sisi manusia, boleh menjadi besar di sisi Allah apabila diikat dengan niat yang benar.

Kemudian datang satu amalan yang sangat besar nilainya tetapi sering diabaikan:

Membaca ayat-ayat terakhir Surah Ali Imran.

Ayat-ayat ini bukan sekadar bacaan pembuka sebelum Tahajud.

Ia ialah ayat tadabbur.

Ayat yang mengajak manusia merenung langit, bumi, pergantian malam dan siang.

Allah seolah-olah mendidik manusia:

Sebelum bercakap dengan-Ku dalam solat…

tenangkan akalmu dahulu dengan merenung tanda-tanda kebesaran-Ku.

Perhatikan metodologi Nabi.

Sebelum Tahajud:

๐Ÿ’š ada kesedaran.
๐Ÿฉท ada tadabbur.
๐Ÿฉต ada pengosongan jiwa.
๐Ÿงก ada persiapan mental.

Ini sangat berbeza dengan budaya moden kita.

๐Ÿ˜ด Bangun tidur.
๐Ÿคณ๐Ÿป Terus capai telefon.
๐Ÿ“ Semak mesej.
๐Ÿ“ฒ Lihat media sosial.
๐Ÿ“ฐ Baca berita. 
๐Ÿง  Otak terus sarat.

Kemudian kita mahu hadir khusyuk dalam solat.

Tidak pelik jika tubuh berada di sejadah, tetapi minda masih berselerak.

Mungkin kita perlu belajar semula satu seni yang hilang:

Menyediakan hati sebelum menghadap Allah ๐Ÿ’

Praktikalnya mudah.

✅ Tidur lebih awal.

✅ Kurangkan skrin sebelum tidur.

✅ Bangun malam, duduk dahulu.

✅ Ambil beberapa saat untuk sedar bahawa Allah sedang memanggil.

✅ Usap wajah.

✅ Baca beberapa ayat al-Quran.

✅ Biarkan hati perlahan-lahan bangun bersama tubuh.

Kerana Tahajud :-

‼️ Bukan sekadar bangun malam.

‼️ Tetapi proses membangunkan jiwa.

Dan mungkin persoalan besar bukan:

“Mengapa susah bangun Tahajud?”

Tetapi:

“Sudahkah aku menyediakan hidup yang memudahkan aku dijemput Allah pada waktu malam?”

Itulah.

#Dc_Srikandi Bantaran
#MommySharing

Kesaktian Pancasila

Pancasila: Ilham dari Langit, Pemersatu Bumi ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ✨

​Pancasila bukan sekadar fondasi bernegara, melainkan cerminan dari nilai-nilai luhur ketuhanan yang membumi dalam wujud kemanusiaan yang adil dan beradab. Di bawah rida Ilahi, mari kita terus rawat kerukunan dan persatuan bangsa ini dengan semangat modernitas yang tetap berakar pada akhlak mulia.

​Kami, Keluarga Besar KUA Kecamatan Bantaran, mengucapkan:

Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2026 ๐Ÿ•Š️

​Mari kokohkan moderasi, perkuat harmoni, dan wujudkan masyarakat yang religius serta tangguh berasaskan Pancasila.

​#HariKesaktianPancasila2026 #KesaktianPancasila #KUABantaran #KecamatanBantaran #PancasilaIlhamDariLangit #KemenagKabProbolinggo #MasyarakatBermartabat #IndonesiaHarmonis #ModerasiBeragama

Bermedsoslah Dengan Bijak Di Jam Kerja

Bijak bermedia sosial adalah bagian dari profesionalisme ASN.
Saat jam kerja, fokus utama adalah menjalankan tugas, berkarya, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penggunaan media sosial hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak mengganggu produktivitas dan etika profesi.
Mari wujudkan ASN yang disiplin, profesional, dan berintegritas sesuai nilai BerAKHLAK. ๐Ÿ’ผ✨
#ASNBerAKHLAK #DisiplinASN #BijakBermedsos #KemenagBerdampak

Jadilah mesin waktu bagi anak-anakmu.

Bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan untuk mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih mulia.
Jadilah tangan yang sigap saat mereka membutuhkan pertolongan,
jadilah bahu yang kokoh saat mereka belajar menghadapi kehidupan,
dan jadilah doa yang tak pernah lelah mengetuk pintu langit untuk kebaikan mereka.
Sebagai orang tua, engkau mungkin harus menunda banyak keinginan,
mengorbankan waktu, tenaga, dan impian.
Namun setiap tetes pengorbanan yang ikhlas akan menjadi amal yang mengalir,
seperti sungai yang tak pernah kering di sisi Allah.
Fasilitasilah kebutuhan mereka dengan cinta,
didiklah mereka dengan hikmah,
dan dampingilah mereka dengan keteladanan.
Hingga tiba saatnya mereka mampu berdiri tegak dengan kakinya sendiri,
melangkah mandiri, membawa nilai-nilai kebaikan yang telah engkau tanamkan.
Sebab keberhasilan seorang anak bukanlah saat ia selalu bergantung kepada orang tuanya,
melainkan ketika ia mampu menjadi pribadi yang mandiri, beriman, dan bermanfaat bagi sesama.
Di situlah engkau akan melihat bahwa seluruh perjuanganmu tidak pernah sia-sia,
karena setiap langkah mereka adalah jejak doa yang dahulu engkau titipkan kepada Allah SWT. ๐ŸŒน
"Orang tua yang bijak tidak menyiapkan jalan yang mudah untuk anaknya, tetapi menyiapkan anak yang kuat untuk menempuh jalannya."

By D_C Srikandi Bantaran

**๐ŸŒฟ KISAH THOLHAH BIN UBAIDILLAH ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡**

๐ŸŒฟ KISAH  THOLHAH BIN UBAIDILLAH ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ SAHABAT MULIA, PEMBERANI, DERMAWAN, DAN PEMBELA RASULULLAH ๏ทบ Di antara sahabat Ras...