WALI NASAB


👤 Urutan Wali Nasab dalam Pernikahan, Sudah Tahu?

Dalam syariat Islam, wali nasab adalah wali yang berasal dari keluarga atau kerabat mempelai perempuan berdasarkan garis keturunan laki-laki dari pihak ayah. Penetapan urutan wali ini bertujuan agar pelaksanaan akad nikah berlangsung sesuai dengan ketentuan syariat.

Berdasarkan Pasal 11 ayat (3) Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perkawinan, hak menjadi wali nasab diberikan kepada kerabat laki-laki yang paling dekat hubungan darahnya dengan mempelai perempuan.

Urutan tersebut dimulai dari:
✅ Ayah kandung
✅ Kakek dari pihak ayah dan seterusnya ke atas
✅ Saudara laki-laki
✅ Anak laki-laki dari saudara laki-laki
✅ Paman dari pihak ayah
✅ Anak laki-laki paman
✅ Hingga kerabat laki-laki lainnya sesuai urutan yang telah ditetapkan.

Apabila tidak terdapat wali nasab yang memenuhi syarat, atau wali nasab berhalangan sesuai ketentuan, maka perwalian dapat dilaksanakan oleh wali hakim sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Memahami urutan wali nasab menjadi bagian penting dalam mempersiapkan akad nikah yang sah, tertib administrasi, dan sesuai syariat.

Mari wujudkan pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dengan memenuhi setiap rukun dan ketentuan yang telah ditetapkan.

#KemenagRI #KemenagRiau #KUA #WaliNasab #WaliNikah #RukunNikah #AkadNikah #Pernikahan #PencatatanPerkawinan #LayananKeagamaanBerdampak #KemenagBerdampak #KeluargaSakinah

DI BALIK IJAB QOBUL


🤍 Di Balik Ucapan "Saya Terima Nikahnya"

Kalimat itu mungkin hanya terucap dalam hitungan detik, namun maknanya adalah komitmen seumur hidup.

"Saya terima nikahnya..." bukan sekadar jawaban dalam prosesi akad, melainkan ikrar suci di hadapan Allah SWT. Di baliknya tersimpan amanah untuk menjaga cinta, menunaikan tanggung jawab, saling menghormati, dan berjalan bersama dalam suka maupun duka.

Pernikahan adalah mitsaqan ghalizhan perjanjian yang kokoh. Karena itu, rumah tangga yang bahagia tidak hanya dibangun dengan rasa cinta, tetapi juga dengan iman, komunikasi yang baik, kesabaran, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Apabila seseorang menikah, maka sungguh ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya."
(HR. Al-Baihaqi)

Semoga setiap akad menjadi awal lahirnya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta menjadi jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat.

#KemenagRI #KemenagKabProb #KemenagBerdampak #HariAmalBhakti #Nikah #AkadNikah #KUABantaran #BimbinganPerkawinan #KeluargaSakinah #SakinahMawaddahWarahmah #CintaDalamIslam #MitsaqanGhalizhan

ANAK HASIL ZINA MAHRAM


Anak dari zina mahram terlahir di atas fitrah. Dia suci dari dosa orang tuanya. Secara syariat nasab dan warisnya hanya ke ibu kandung. Yuk pahami hukumnya supaya kita bisa bersikap adil dan nggak mengucilkan anak yang nggak bersalah. Kasih sayang Allah itu sangat luas.

#zinamahram #hukumislam #dc_srikandibantaran #dakwahvisual #mahram

MENGELOLA KONFLIK


Salah satu materi Bimbingan Keluarga adalah Mengelola Konflik. Konflik dalam keluarga adalah sesuatu yang lumrah, namun perlu ada kuat dan cara dalam mengelolanya supaya berdampak positif dalam membangun keluarga sakinah. 



Menjaga Rumah, Menjaga Hati @Refleksi Nurani Seorang Istri di Tengah Kesibukan Dunia@

PROBOLINGGO – Di balik pintu rumah yang tertutup rapat, sering kali tersimpan cerita-cerita kecil yang tidak terdengar oleh dunia luar. Bagi banyak istri, rumah bukan sekadar bangunan fisik dengan atap dan dinding, melainkan sebuah ekosistem emosi yang membutuhkan perawatan terus-menerus. Tema "Menjaga Rumah, Menjaga Hati" menjadi relevan kembali di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap mengikis kesabaran dan keintiman dalam keluarga.

Ummu Habibah (38), seorang ibu rumah tangga dan pengusaha kuliner rumahan di Probolinggo Selatan, mengaku bahwa tantangan terbesar bukanlah pada pekerjaan domestik itu sendiri, melainkan pada pengelolaan hati.

"Seringkali kita sibuk memastikan lantai bersih, makanan enak, dan anak-anak rapi. Tapi kita lupa memeriksa apakah hati kita sendiri masih 'bersih' dari dendam, kelelahan emosional, atau rasa tidak dihargai," ujar Ummu Habibah saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/7).

Bagi Ummu Habibah, menjaga rumah berarti menciptakan suasana yang tenang. Namun, ketenangan itu mustahil tercipta jika sang penjaga rumah dalam hal ini istri membiarkan hatinya keruh oleh keluhan yang tak tersalur atau ekspektasi yang tidak realistis.

Rumah Sebagai Cermin Hati

Psikolog keluarga, Dr. Rina Kusuma, M.Psi., menjelaskan bahwa ada korelasi kuat antara kondisi emosional istri dengan atmosfer rumah tangga. "Rumah adalah proyeksi dari keadaan batin penghuninya, terutama figur ibu atau istri yang sering menjadi pusat gravitasi emosional keluarga. Jika hatinya gelisah, rumah akan terasa panas meski AC menyala. Jika hatinya damai, rumah sederhana pun akan terasa seperti surga," jelasnya.

Dr. Rina menekankan bahwa "menjaga hati" bagi seorang istri bukan berarti menekan perasaan atau selalu bersikap pasif. Sebaliknya, ini tentang kesadaran diri (self-awareness). Seorang istri perlu mengenali batas kemampuannya, berkomunikasi secara asertif dengan pasangan, dan meluangkan waktu untuk me-time guna mengisi ulang energi emosional.

Tantangan Era Digital

Di era digital, godaan untuk membandingkan kehidupan rumah tangga sendiri dengan kurasi sempurna di media sosial semakin besar. Hal ini sering memicu rasa kurang puas dan kecemasan pada banyak istri.

"Dulu, tetangga mungkin hanya melihat halaman depan rumah kita. Sekarang, seluruh dunia bisa melihat isi dapur dan kamar tidur kita melalui unggahan media sosial. Tekanan ini membuat banyak istri merasa harus tampil sempurna, padahal yang paling penting adalah keaslian dan kenyamanan di dalam rumah tersebut," tambah Dr. Rina.

Keseimbangan Adalah Kunci

Menjaga rumah dan hati bukanlah tugas tunggal seorang istri, melainkan upaya kolaboratif. Komunikasi terbuka dengan pasangan menjadi kunci utama. Ketika seorang istri merasa didengar dan didukung, beban mentalnya berkurang, sehingga ia dapat menjalankan perannya dengan lebih ikhlas dan bahagia.

Ummu Habibah menutup ceritanya dengan pesan sederhana: "Jangan biarkan debu di sudut ruangan lebih diperhatikan daripada retakan kecil di hati. Bersihkan keduanya secara bersamaan. Karena rumah yang terjaga dimulai dari hati yang terjaga."

Melalui refleksi ini, diharapkan para istri dapat menemukan keseimbangan antara tanggung jawab domestik dan kesejahteraan emosional pribadi, sehingga rumah benar-benar menjadi tempat pulang yang menyembuhkan, bukan sekadar tempat berteduh.

Penulis: Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

HUKUM MENIKAH DENGAN WALI HAKIM


بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

🍂” HUKUM MENIKAH DENGAN WALI HAKIM TANPA SEPENGETAHUAN WALI KELUARGA

بسم الله الرحمن الرحيم 

Pertanyaan

Bismillah, afwan umm mau bertanya bagaimana hukum seorang anak perempuan yang hendak menikah dan memakai wali hakim 

tanpa sepengetahuan orang tua yang masih hidup (ayahnya sudah meninggal), dan masih ada kakak laki-laki dan paman-pamannya. 

tetapi anak ini menikah memakai wali hakim karena alasannya katanya karna buru-buru akan mengangkat anak bayi yang akan lahir.*

mohon nasehatnya ustadz jazaakallahu khoyron

🧲Jawab

▶️ Kepada saudara penanya, semoga dirahmati Allah Ta’ala..* 

💍Nikahnya harus diulangi dengan dinikahkanoleh walinya yang paling dekat  hubungan. Mala

بسم الله الرحمن الرحيم🍂 *Ucapkanlah Bismillah

بسم الله الرحمن الرحيم

🍂 *Ucapkanlah Bismillah Jika Kamu Tersandung Atau Terpeleset Maka Setan Akan Mengecil*

Salah seorang sahabat pernah membonceng Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian ontanya tersandung. Sahabat ini langsung mengatakan,

Ta'isa as-Syaithan "Celaka setan"

Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan,

Jangan kamu mengucapkan 'celaka setan'. Karena ketika kamu mengucapkan kalimat itu, maka setan akan membesar, hingga dia seperti seukuran rumah. Setan akan membanggakan dirinya, 'Dia jatuh karena kekuatanku.'

Namun ucapkanlah, 'Bismillah...' karena jika kamu mengucapkan kalimat ini, setan akan mengecil, hingga seperti lalat.

HR. Ahmad 21133, Abu Daud 4984, dan dishahihkan Syuaib al-Amauth

HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH

📚 AYAH BUNDA, ANTARKAN AKU KE SEKOLAH 

Hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar anak sampai gerbang. 

Namun menjadi momen untuk menanamkan rasa aman, memberikan semangat, serta menunjukkan bahwa pendidikan anak adalah amanah yang harus dijaga bersama. 

Semoga Allah memberi ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, dan ketakwaan kepada-Nya.

#haripertamasekolah #rasaamananak #percayadiri#masukkelas

Menjemput Berkah di Ruang Kepala KUA Bantaran ♤♡Sinergi Lintas Sektor untuk Kemaslahatan Umat♡♤

BANTARAN — Aura keberkahan begitu terasa di ruang Kepala Kantor Urusan Agama  Kecamatan Bantaran hari ini. Sebuah pertemuan penting bergaya kontemporer namun sarat nilai religius sukses digelar, mempertemukan berbagai elemen pejuang umat untuk satu visi mulia: menebar manfaat yang nyata.

​Kolaborasi epik ini dihadiri oleh para penggerak dari Yatim Mandiri, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bantaran, MWC NU Wonomerto, Tim Pendamping Produk Halal (PPH), serta Penyuluh Agama Islam dan Penghulu KUA Kecamatan Bantaran.

​Sinergi Tanpa Batas, Kolaborasi Lintas Batas

​Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini membahas berbagai program strategis kemaslahatan, mulai dari pemberdayaan anak-anak yatim agar tumbuh mandiri dan berdaya, penguatan literasi produk halal bagi UMKM lokal, hingga optimalisasi peran penyuluh dan penghulu sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

​Kepala KUA Kecamatan Bantaran menyambut baik kolaborasi multidimensi ini. Menurutnya, melayani umat di era modern tidak bisa lagi dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus bertransformasi menjadi gerakan berjamaah yang solid.

"Hari ini kita merajut frekuensi yang sama. Memadukan semangat pengabdian berbasis spiritual dengan eksekusi program yang relevan bagi kebutuhan masyarakat saat ini," ujarnya di sela-sela diskusi.

​Doa dan Harapan: Barokah, Manfaat, dan Bahagia

​Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal di atas kertas, melainkan sebuah ikhtiar langit yang membumi. Segenap pihak yang hadir berkomitmen penuh untuk mengawal hasil pertemuan ini agar segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

​Semoga langkah bersama ini senantiasa mendapatkan rida Allah SWT. Semoga mengalirkan keberkahan yang melimpah, mendatangkan manfaat yang luas dalam beribadah, serta menghadirkan kebahagiaan sejati dalam berkontribusi untuk umat.

Amin Ya Rabbal 'Alamin.

​#SinergiUmat #KUABantaran #YatimMandiri #MWCNU #ProdukHalal #PenyuluhAgama #BerkahBersama #KontribusiUntukUmat #KUABantaranUpdate

Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran, 8 Juli 2026



IBU ADALAH PINTU BERKAH DALAM HIDUP

IBU, PINTU BERKAH DALAM HIDUP

Air mata seorang ibu bukanlah tanda kelemahan, melainkan saksi bisu dari doa-doa yang tak pernah lelah dipanjatkan untuk anak-anaknya.

Betapa banyak malam yang ia lalui dengan kegelisahan, sementara kita tertidur tanpa mengetahui beban yang ia simpan dalam diam. Betapa sering ia mengalah agar kita bisa tersenyum, dan betapa banyak harapan yang ia titipkan kepada Allah demi keselamatan dunia dan akhirat kita.

Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya seorang ibu.
Selagi ia masih ada, bahagiakanlah hatinya, lembutkan ucapanmu, ringankan bebannya, dan jangan pernah bosan meminta ridhanya. Sebab, di balik doa seorang ibu terdapat keberkahan yang mengiringi setiap langkah anaknya.

"Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi dan mendidik kami di waktu kecil." 🤲
#Ibu #RidhaIbu #BirrulWalidain #NasihatIslam #DoaUntukIbu

HINDARI RIBA

Pernah nggak, kita berpikir...

"Yang penting aku nggak mencuri, nggak merampok."

Tapi tanpa sadar, justru kita mulai terbiasa dengan sesuatu yang Allah nyatakan haram.

Riba sering terlihat biasa. Bahkan dianggap sebagai jalan keluar saat butuh uang cepat. Padahal, di balik kemudahannya, ada keberkahan yang perlahan hilang.

Allah tidak mengharamkan sesuatu untuk menyulitkan hamba-Nya. Justru karena Allah ingin menjaga kita dari kerusakan yang tidak selalu langsung terlihat.

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba, jika kamu benar-benar beriman."(QS. Al-Baqarah: 278)

Kalau hari ini kita masih terikat dengan riba, jangan putus asa. Mulailah dengan belajar, bertaubat, dan berusaha mencari jalan yang Allah ridai.

Mungkin prosesnya tidak mudah. Tapi ketahuilah, rezeki yang halal, meski terasa sedikit, jauh lebih menenangkan hati dan lebih berkah daripada harta yang banyak namun bercampur dengan yang Allah haramkan.

Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk meninggalkan riba dan menggantinya dengan rezeki yang halal, berkah, serta mencukupi. Aamiin.

🌿 Save sebagai pengingat.🤍 Share kepada orang yang kita sayangi, semoga menjadi amal jariyah.#Hijrah #TinggalkanRiba #Riba #RezekiHalal #DakwahIslam #Muhasabah #SetitikHidayah

Peran Penyuluh Agama

#Sahabat Kua Bantaran, peran Penyuluh Agama kini tidak hanya terbatas pada bimbingan ibadah semata, melainkan juga menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Program Prioritas Pemerintah.

Mari bersama mendukung para Penyuluh Agama kita demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdampak positif bagi bangsa.

📌 Disiplin bukan lahir dari hukuman.📌

Tujuh hal untuk membangun sekolah 

Banyak sekolah berpikir bahwa disiplin harus dibangun dengan aturan yang ketat. Padahal, sering kali perubahan besar justru dimulai dari hal-hal kecil yang terlihat sepele.

Sebagai kepala sekolah, saya pernah belajar satu hal penting:
📌 Disiplin bukan lahir dari hukuman.
📌 Disiplin lahir dari kebiasaan.
Dan kebiasaan lahir dari keteladanan yang dilakukan setiap hari. Inilah 7 hal sepele untuk membangun disiplin sekolah :

1️⃣ Menyapa di Gerbang Sekolah
Contoh:
Setiap pagi kepala sekolah dan guru menyambut siswa di gerbang. Bukan hanya memeriksa seragam, tetapi juga menyapa dan memberi semangat.

👉 Siswa merasa diperhatikan dan lebih termotivasi untuk datang tepat waktu.

2️⃣ Guru Datang Tepat Waktu
Contoh:
Sekolah meminta siswa tidak terlambat tetapi guru juga berusaha hadir tepat waktu di kelas.

👉 Anak-anak lebih mudah mengikuti apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar.

3️⃣ Konsisten terhadap Aturan Kecil
Contoh:
✅ Membuang sampah pada tempatnya.
✅ Mengembalikan kursi ke posisi semula.
✅ Memakai atribut sekolah dengan lengkap.

👉 Disiplin besar sering dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.

4️⃣ Memberikan Apresiasi
Contoh:
Kelas yang paling tertib mendapat penghargaan saat upacara. Siswa yang konsisten disiplin mendapat apresiasi sederhana.

👉 Banyak anak lebih termotivasi oleh penghargaan daripada hukuman.

5️⃣ Kepala Sekolah Hadir di Tengah Siswa
Contoh:
Saat istirahat, kepala sekolah sesekali berkeliling menyapa siswa. Bukan untuk mencari kesalahan, tetapi membangun kedekatan.

👉 Kehadiran pemimpin menciptakan budaya positif yang sulit digantikan aturan tertulis.

6️⃣ Mengingatkan dengan Hormat
Contoh:
Ketika ada siswa melanggar aturan, guru menegur dengan tenang dan mendidik. Bukan mempermalukan di depan teman-temannya.

👉 Disiplin yang lahir dari kesadaran akan bertahan lebih lama daripada disiplin karena takut.

7️⃣ Membiasakan Tepat Waktu dalam Semua Kegiatan
Contoh:
✅ Rapat dimulai tepat waktu.
✅ Upacara dimulai tepat waktu.
✅ Pembelajaran dimulai tepat waktu.

👉 Budaya disiplin tidak bisa hanya dituntut kepada siswa. Semua warga sekolah harus melakukannya.

Sebagai kepala sekolah, saya percaya:
Sekolah yang disiplin bukan sekolah yang paling banyak aturannya. Tetapi sekolah yang seluruh warganya konsisten menjalankan hal-hal kecil dengan baik. Karena disiplin bukan dibangun dalam satu hari.
Disiplin dibangun setiap hari.
Dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama.

Menurut Anda, kebiasaan kecil apa yang paling berpengaruh terhadap disiplin di sekolah?

#KepalaSekolah #DisiplinSekolah #BudayaSekolah #LeadershipPendidikan #GuruIndonesia

**🌿 KISAH THOLHAH BIN UBAIDILLAH رضي الله عنه**

🌿 KISAH  THOLHAH BIN UBAIDILLAH رضي الله عنه SAHABAT MULIA, PEMBERANI, DERMAWAN, DAN PEMBELA RASULULLAH ﷺ Di antara sahabat Ras...