Jika istrimu seorang guru,
jangan hanya terpaku pada ketegarannya—
lihatlah lelah yang diam-diam ia pendam.
Ia menghabiskan sabarnya untuk banyak anak,
lalu pulang dengan tenaga yang nyaris habis.
Maka jadilah rumah yang benar-benar menenangkannya—
tempat di mana ia boleh rapuh,
tanpa harus berpura-pura kuat. 🤍
Sebab di balik senyumnya di ruang kelas,
ada doa-doa yang ia simpan dalam diam,
ada luka yang ia redam tanpa suara.
Ia mungkin tak pernah bercerita panjang,
namun hatinya sering penuh dan sesak.
Maka peluklah ia lebih lama dari biasanya,
dan yakinkan…
bahwa di rumah, ia tak harus menjadi siapa-siapa
selain dirinya sendiri.