Qunut pertama kali dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan dalam sejarah Islam, yang dikenal sebagai Peristiwa Bi’r Ma’unah.
📜 Latar Belakang Peristiwa
Sekelompok sahabat Rasulullah ﷺ diutus untuk mengajarkan Islam kepada beberapa kabilah Arab. Namun, di tengah perjalanan, mereka dikhianati dan diserang. Sekitar 70 sahabat penghafal Al-Qur’an gugur sebagai syuhada.
Kabilah yang terlibat dalam pengkhianatan ini antara lain Ri‘l, Dzakwan, Bani Lihyan, dan Bani ‘Ushayyah.
🤲 Qunut sebagai Doa dan Ratapan
Mendengar kabar tersebut, Rasulullah ﷺ sangat berduka. Sebagai bentuk doa, munajat, dan permohonan pertolongan kepada Allah, Nabi Muhammad ﷺ melakukan qunut nazilah.
Beliau membaca qunut selama sekitar satu bulan dalam shalat Subuh, berisi:
Doa untuk kaum muslimin yang tertindas
Doa kebinasaan bagi para pengkhianat
Inilah awal mula disyariatkannya qunut nazilah dalam Islam.
🕌 Dari Qunut Nazilah ke Qunut Subuh
Qunut Nazilah → dilakukan ketika umat Islam tertimpa musibah besar
Qunut Subuh → kemudian dipraktikkan secara berkelanjutan oleh sebagian sahabat
Karena itulah, terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama:
Mazhab Syafi’i: mensunnahkan qunut Subuh secara terus-menerus
Mazhab Hanafi & Hanbali: qunut hanya saat nazilah
Mazhab Maliki: membolehkan qunut Subuh, dengan rincian tertentu
✨ Hikmah Qunut
Mengajarkan ketergantungan total kepada Allah
Menjadi simbol kepedulian dan solidaritas umat
Menguatkan hati saat musibah dan ketidakadilan melanda
Qunut bukan sekadar doa, tapi jeritan iman dari hati yang berserah kepada Allah.
Awal Mula Dilakukannya Qunut
Pengertian Qunut
Secara bahasa, Qunut memiliki makna beragam seperti ketaatan, shalat, berdiri lama, diam, dan berdoa, dengan makna berdoa yang paling dikenal. Secara syar'i, Qunut adalah nama suatu doa yang dibaca saat berdiri dalam shalat pada tempat dan waktu tertentu. Ada beberapa jenis Qunut, antara lain Qunut Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah yang dilakukan saat menghadapi musibah.
Awal Mula Qunut
Qunut pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW setelah peristiwa tragedi Bir Ma'unah pada bulan Shafar ke-4 Hijriyah (mei 625 M). Pada saat itu, 70 sahabat yang diutus untuk berdakwah ke wilayah Najd dibantai oleh kaum kafir, hanya seorang yang selamat. Peristiwa ini membuat Nabi Muhammad SAW sangat duka cita, sehingga beliau melakukan Qunut selama satu bulan penuh, mendoakan kejelekan bagi para pelaku pembantaian tersebut. Doa ini kemudian dikenal sebagai Qunut Nazilah dan terus diamalkan hingga kini, terutama ketika umat Islam menghadapi bahaya atau malapetaka.
Selain itu, berdasarkan riwayat, Qunut juga mulai dibaca dalam shalat Subuh dan Maghrib setelah peristiwa tersebut, namun setelah sebulan hanya tetap dilakukan dalam shalat Subuh. Adapun Qunut Witir dilakukan dalam shalat Witir, sedangkan pada tradisi tertentu seperti di Indonesia, terdapat juga Qunutan pada pertengahan bulan Ramadan yang merupakan bentuk tradisi berbagi ketupat sebagai wujud syukur dan persiapan menghadapi malam Lailatul Qadar.
#kisahkisahislamiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.