"Memuliakan Hak, Menjaga Marwah yang semestinya."
Di bawah atap yang sama, ada sosok yang paling memahami isi rumahmu, namun terkadang menjadi orang yang paling sungkan untuk bersuara tentang kebutuhannya sendiri. Dia adalah istrimu. Bukan orang asing yang datang untuk menadahkan tangan, melainkan pendamping yang dititipkan Tuhan untuk kau jaga marwahnya.
Sering kali, tanpa sadar kita menciptakan jarak yang menyesakkan. Saat uang belanja harus diminta dengan rasa segan, atau kebutuhan anak harus diperjuangkan dengan penjelasan yang panjang, ada sesuatu yang perlahan luruh di dalam hatinya yaitu Rasa dihargai.
"Nafkah Adalah Amanah, Bukan Hadiah"
Ketahuilah, nafkah yang kau berikan bukanlah sebuah "hadiah" yang kau ulurkan saat suasana hatimu sedang baik. Ia adalah kewajiban yang melekat pada setiap helai napas tanggung jawabmu sebagai pemimpin.
Sungguh ironis jika hobi bisa dibiayai tanpa jeda, namun untuk urusan dapur, jawabannya sering kali "nanti dulu". Bukan nominalnya yang membuat hatinya perih, tapi perasaan bahwa kepentingan dirinya selalu diletakkan di urutan paling akhir.
"Wanita dan Kesederhanaan"
Seorang wanita hebat bisa bertahan dalam kekurangan. Ia bisa melipat duka menjadi senyuman di depan anak-anaknya saat meja makan sedang sepi. Namun, ia akan sulit bertahan ketika ia harus "mengemis" apa yang seharusnya menjadi haknya.
Bagi seorang istri, cara seorang suami memberi jauh lebih bermakna daripada seberapa banyak yang ia beri.
• Memberi dengan wajah yang cerah.
• Memberi sebelum diminta berkali-kali.
• Memberi tanpa membuat ia merasa menjadi beban.
"Rumah yang Berakar pada Rasa Aman"
Ketika seorang istri tidak perlu memohon untuk hidupnya sendiri, saat itulah tumbuh rasa aman yang luar biasa. Rasa aman inilah yang menjadi pupuk bagi kesetiaannya, ketulusannya, dan semangatnya dalam merawat rumah tangga.
Jika hari ini kau masih memiliki kemampuan, jangan biarkan ia menunggu. Jangan biarkan ia merasa menjadi tamu di rumahnya sendiri.
Muliakanlah ia dengan kerelaan hati, karena di balik senyum syukur seorang istri yang tercukupi lahir dan batinnya, ada doa-doa yang melangit untuk kelancaran rezekimu.
Jadikan ia ratu di istanamu, maka ia akan menjadikanmu raja di hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.